Dewan Rakyat Britania Raya

Dewan Rakyat (bahasa Inggris: House of Commons) adalah majelis rendah Parlemen Britania Raya, yang juga berisi Raja dan Dewan rakyat (majelis tinggi). Dewan rakyat dan Dewan bangsawan bersidang di Istana Westminster. Dewan rakyat adalah badan yang terdiri dari 650 ahli. Mereka dipilih secara demokrasi dan dikenal sebagai "Anggota Parlemen" atau AP. Anggota parlemen dipilih melalui sistem pemilihan majemuk, oleh daerah-daerah pemilihan yang dikenal sebagai kawasan pemilihan umum, dan menjabat kursi mereka hingga Parlemen dibubarkan (maksimum lima tahun).

Dewan rakyat Britania Raya didirikan pada abad ke-14. Pada awalnya kekuasaan Dewan rakyat tidak begitu besar jika dibandingkan dengan Dewan bangsawan, tetapi kini kekuasaan perundangannya lebih besar dari Dewan bangsawan. Di bawah akta Perlemen, hak para Bangsawan untuk menolak undang-undang diturunkan menjadi hak untuk menangguhkan undang-undang saja. Kerajaan bertanggungjawab pada Dewan rakyat. Perdana Menteri hanya dapat memegang jabatannya selama dia didukung oleh Dewan rakyat. Hampir semua menteri kerajaan dilantik dari Dewan rakyat (dengan satu pengecualian ) semua Perdana Menteri sejak 1902.

Nama resmi dan lengkap dewan Rakyat ialah The Honourable the Commons of the Britania Raya of Great Britain and Northern Ireland in Parliament assembled (atau "Yang Terhormat Rakyat Britania Raya dan Irlandia Utara terhimpun di dalam Parlemen").

Sejarah

Parlemen Britania Raya merunut sejarahnya dari Parlemen Kerajaan Inggris. Parlemen berkembang dari majelis penasehat raja Inggris pada waktu Zaman Pertengahan. Majelis kerajaan ini terdiri dari para padri, bangsawan, dan juga perwakilan kabupaten (dikenal juga sebagai "knights of the shire"). Tugas utama majelis adalah untuk mengizinkan pajak yang diajukan oleh Raja. Dalam banyak kasus majelis mendesakkan keluhan rakyat sebelum meneruskan dengan pemungutan suara pada pajak. Dan sejak itu Dewan rakyat mulai mempunyai kekuasaan legislatif.

Dalam "Parlemen Model" 1295, perwakilan kawasan perkotaan juga dimasukan. Dan sejak itu menjadi praktik lumrah bahwa setiap wilayah mengirimkan dua ksatria dari daerah, dan bahwa setiap daerah administratif mengirimkan dua borjuis. Pada mulanya, borjuis hampir tidak mempunyai kekuasaan. Ketika perwakilan wilayah sedang diaturkan, raja dapat memberikan hak memilih atau melucutkan hak memilih wilayah-wilayah sesuka hatinya. Penunjukan independensi oleh borjuis akan membuat kota-kota merka dikecualikan dari Parlemen. Para ksatria daerah berada dalam keadaan lebih baik, walaupun tetap kurang berkuasa daripada rekan-rekan aristrokrat mereka pada Parlemen yang masih satu kamar dahulu. Pembagian Parlemen ke dalam dua majelis dimulai ketika pemerintahan Edward III: para ksatria dan borjuis mendirikan Dewan rakyat, sementara pendeta dan para bangsawan menjadi bagian dari Dewan bangsawan.

Walaupun mereka masih berhamba pada Raja dan Dewan bangsawan, Dewan rakyat bertindak semakin berani. Pada waktu Parlemen Baik (1376), Juru bicara Dewan rakyat, Sir Peter de la Mare, mengeluhkan pajak yang besar, meminta penghitunganan pembelanjaan kerajaan, dan mengkritik pengurusan ketentaraan. Dewan rakyat bahkan juga melakukan pendakwaan pada setengah menteri Raja. Juru bicara berani itu dipenjarakan namun dilepaskan setelah kematian Raja Edward III. Pada waktu pemerintahan selanjutnya, Richard II, Dewan rakyat sekali lagi mulai mendakwa para menteri Raja. Mereka mendesak bahwa mereka tidak dapat mengatur pajak dan pembelanjaan negara. Walaupun kekuasaan mereka makin besar Dewan rakyat masih kurang berkuasa daripada Dewan bangsawan dan Raja.

Pengaruh Raja diperbesar oleh perang saudara setelah abad kelimabelas yang telah memusnahkan kekuasaan para bangsawan. Kedua dewan Parlemen memegang sedikit kekuasaan sewaktu tahun-tahun seterusnya, dan kekuasaan mutlak Raja dikembalikan. Dominasi raja menjadi semakin besar di bawah dinasti Tudor pada abad keenam belas. Kecenderungan ini namun telah dikembalikan ketika Dewan Stuart mendapatkan Tahta Inggris pada 1603. Dua raja Stuart, James I dan Charles I, memancing pertikaian dengan Dewan rakyat dengan isu-isu seperti pajak, agama dan kekuasaan kerajaan.

Perbedaan di antara Charles I dan Parlemen sangat besar dan menyebabkan Perang Saudara Inggris, yang dimenangkan oleh angkatan bersenjata Parlemen. Pada Desember 1648 Dewan rakyat telah dibersihkan oleh Tentara Model Baru yang seharusnya menghamba ke Parlemen. Pembersihan pride menjadi kudeta ketentaraan pertama dan satu-satunya dalam sejarah Inggris. Raja Charles I dihukum pancung dan Majelis tinggi dihapuskan. Parlemen satu kamar yang bertahan itu kemudian dirujuk oleh pengkritik sebagai Parlemen Bokong karena ia terdiri dari hanya segelintir anggota parlemen yang diizinkan oleh tentara - setengah dari mereka adalah dari pihak militer sendiri. Pada 1653, ketika tokoh-tokoh di Parlemen ini mulai berselisih pendapat dengan tentara, ia dibubarkan oleh Oliver Cromwell. Meskipun, raja dan Dewan bangsawan dikembalikan dengan Dewan rakyat pada 1660. Pengaruh Raja telah dikurangkan dan semaking berkurang ketika James II telah diturunkan dari takhtanya pada Revolusi Glorious pada 1688.

Abad kedelapanbelas memperlihatkan pengembangan pejabat Perdana Menteri. Idea bahwa sebuah kerajaan kekal kekuasaanna hanya sepanjang ia dapat mengekal dukungan Parlemen menghasilkan mosi tidak percaya pertama kali dalam sejarah ketika kerajaan Tuan North gagal untuk menamatkan Revolusi Amerika. Ide mutakhir bahwa hanya dukungan Dewan rakyat yang diperlukan untuk sebuah kerajaan namun adalah pengembangan kemudian. Adat bahwa Perdana Menteri adalah senantiasa seorang anggota Majelis rendah alih-alih majelis tinggi juga merupakan pengembangan kemudian.

Dewan rakyat mengalami suatu pembaruan penting pada abad kesembilan belas. Untuk beberapa tahun, beberapa kejanggalan muncul dalam perwakilan daerah administratif. Perbatasan-perbatasan kawasan pemilihan tidak pernah berubah sejak 1660, shingga banyak kota dulunya penting namun telah merosot pada abad kesembilanbelas masih mengekalkan hak mereka untuk memilih dua ahli. Yang amat terkenal dari "rotten borough" ini adalah Sarum Tua, yang hanya mempunyai enam pemilih untuk dua AP, dan Dunwich yang telah jatuh ke laut. Pada waktu yang sama, kota-kota besar seperti Manchester tidak menerima perwakilan tersendiri. Juga terkenal adalah pocket boroughs, daerah administratif yang diatur oleh pemilik tanah dan aristokrat, yang "calonnya" telah dipilih sebelumnya.

Dewan rakyat mencoba untuk menangani kejanggalan ini dengan meluluskan suatu rancangan undang-undang Pembaruan pada 1831. Pada mulanya, Dewan bangsawan tidak ingin meluluskan rancangan undang-undang itu namun akhirnya dipaksa untuk melakukannya ketika Perdana Menteri, Tuan Grey, menasehatkan Raja William IV untuk membanjiri Dewan bangsawan dengan membuat bangsawan pro-Pembaruan. Untuk menghindari hal ini ini, Para Tuan mundur dan meluluskan rancangan undang-undang pada 1832. Akta Pembaruan 1832, juga dikenali sebagai "Akta Pembaruan Hebat", mendirikan kawasan perkotaan, membuat keperluan pemilihan seragam untuk kawasan perkotaan, dan memberikan perwakilan pada kota-kota berpenduduk besar, tetapi masih banyak daerah kantung administratif tersisa. Pada tahun-tahun berikutnya, Dewan rakyat menjadi lebih tegas dan pengaruh Dewan bangsawan dikurangi oleh Krisis rancangan undang-undang Pembaruan, dan kekuasaan patron semakin berkurang. Dewan bangsawan menjadi lebih segan untuk menolak rancangan-rancangan undang-undang yang Dewan rakyat telah luluskan dengan mahoritas, dan ia menjadi prinsip politik yang diterima bahwa kepercayaan Dewan rakyat sendiri adalah perlu untuk sebuah kerajaan untuk tetap pada jabatannya.

Banyak pembaruan diperkenalkan pada akhir abad kesembilanbelas. Akta Pembaruan 1867 mengurangkan keperluan hak milik untuk pemilihan pada kawasan perkotaan, mengurangkan perwakilan pada daerah administratif yang lebih kurang penduduknya, dan memberikan tempat duduk parlemen pada kota-kota industri yang semakin besar. Pemilihan umum kemudian dikembangkan oleh Pewakilan Akta Rakyat 1884, di mana kelayakan hak milik dalam kawasan-kawasan perkotaan telah dikurangkan. Redistribution of Seats Act pada tahun berikutanya telah menggantikan hampir kesemua kawasan pemilihan berbagai anggota dengan kawasan-kawasan pemilihan satu anggota.

Perkembangan berlanjut pada awal abad keduapuluh. pada 1908, pemerintah Liberal di bawah Asquith memperkenalkan beberapa program kesejahteraan masyarakat yang, bersamaan dengan suatu perlombaan senjata, memaksa Kerajaan untuk mendapatkan pajak lebih tinggi. Pada 1909, Chancellor of the Exchequer, David Lloyd George, memperkenalkan "Pembelanjaan Rakyat", yang mengatur suatu pajak baru disasarkan kepada pemilik tanah kaya. Aksi yang tidak terkenal ini namun gagal dalam Dewan bangsawan yang Konservatif-dan meniggalkan jabatannya. Pada pemilihan umumnya selanjutnyaa namun, Asquith tetap menjadi Perdana Menteri dengan dukungan partai-partai yang lebih kecil. Asquith mengajukan bahwa kekuasaan Pertuanan akan dikurangkan dengan keras. Selepas suatu pemilihan umum pada Desember 1910 berikutnya, pemeritntahan Asquith mengatur kelulusan suatu rancangan undang-undang untuk mengurangi kekuasaan Dewan bangsawan selepas mengancam untuk membanjiri Majelis dengan 500 bangsawan baru untuk memastikan kelulusan rancangan undang-undang tersebut. Oleh karena itu, Akta Parlemen 1910 menjadi berkesan, memusnahkan kesamaan dua Majelis parlemen. Dewan bangsawan telah diizinkan hanya untuk melambatkan kebanyakan perundangan untuk maksimum tiga sesi parlemen atau dua tahun kalender (dikurangkan ke dua sesi atau satu tahun oleh Akta Parlemen 1919). Sejak kelulusan Akta-Akta ini, Dewan rakyat telah menjadi cabang paling berpengaruh Parlemen, dalam teori dan dalam praktik.

Sejak abad ke-17, para AP tidak pernah diberi gaji. Kebanyakan lelaki yang dipilih ke Dewan rakyat mempunyai gaji swasta, sementara beberapa di antara mereka bergantung pada dukungan keuangan dari seorang yang kaya. Para AP sering kali digaji oleh serikat pekerja tetapi hal ini telah didakwakan haram oleh suatu keputusan Dewan bangsawan pada 1910 dan karenanya suatu klausa telah dimasukkan ke dalam Akta Parlemen 1911 yang memperkenalkan gaji untuk AP. Para menteri Kerajaan telah sentiasa digaji.

Lihat pula

  • Debat Penangguhan
  • Mosi hari awal
  • Bapak Dewan
  • Upacara pengenalan
  • Perintah juru bicara Denison
  • Perpustakaan majelis rakyat
  • Topik UK
  • Dewan rakyat Kanada
  • Daftar anggota parlemen Britania Raya

Referensi

Bacaan lanjutan

  • Farnborough, T. E. May, 1st Baron. (1896). Constitutional History of Inggris since the Accession of George the Third, 11th ed. London: Longmans, Green and Co.
  • Mackenzie, K.R., "The English Parliament", (1950) Pelican Books.
  • "Parliament" (1911). Encyclopædia Britannica, 11th ed. London: Cambridge University Press.
  • Pollard, Albert F. (1926). The Evolution of Parliament, 2nd ed. London: Longmans, Green and Co.
  • Porritt, Edward, and Annie G. Porritt. (1903). The Unreformed House of Commons: Parliamentary Representation before 1832. Cambridge: Cambridge University Press.
  • Raphael, D. D., Donald Limon, and W. R. McKay. (2004). Erskine May: Parliamentary Practice, 23rd ed. London: Butterworths Tolley.

Pranala luar

Terdaftar dalam kategori berikut::
Tulis komentar
Kiat & Petunjuk
UK Youth Parliament
3 december 2012
On Friday 23rd November 2012, we debated 5 issues, chosen by over 250,000 young people, within the House of Commons. Find out more on our website.
Londonist
19 april 2012
Try and sneak a look at what's under the books on the central table. We hear there's a very lewd piece of graffiti scratched into the surface, involving a former Prime Minister and genitalia.
Katherine M.
3 october 2014
My friend Amy says, "You might be able to observe a House of Commons debate in session. If you've ever seen it on CSPAN, the way they debate in England is highly entertaining."
British Youth Council
24 january 2013
We were here today in support of MPs debating on whether young people aged 16 and 17 should be allowed to vote. MPs then voted 119 to 46 in favour of a motion backing votes at 16.
Natasha 'Tashster' Brassington
They don't allow you to sit down on the green benches :( However you might be able to get away with a sneaky sliding hand across the back of a front bench, the upholstery feels good.
British Youth Council
18 august 2012
On Thursday 14th June, Child Poverty Action Group and the British Youth Council launched a report about Free School Meal Entitlement 'Going Hungry?'
Muat lebih komentar
foursquare.com

Hotel di dekatnya

Lihat semua hotel Lihat semua
Spectacular Strand 2 bed apartment!!

mulai $0

Amba Hotel Charing Cross

mulai $645

1 Compton

mulai $0

Clarendon Serviced Apartments - Chandos Place

mulai $0

The Grand at Trafalgar Square

mulai $418

Amba Hotel Charing Cross

mulai $0

Pemandangan direkomendasikan terdekat

Lihat semua Lihat semua
Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Istana Westminster

Istana Westminster, dikenal juga sebagai Rumah dari Parlemen, adalah

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Big Ben

right|thumb|Menara Jam London, yang nama lainnya adalah Big Ben (nama

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
St. Margaret's, Westminster

The Anglican church of St. Margaret, Westminster Abbey is situated in

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Parliament Square

Parliament Square is a square at the northwest end of the Palace of

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Victoria Tower

The Victoria Tower is the square tower at the southern end of the

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Westminster Abbey

The Collegiate Church of St Peter, Westminster, yang lebih dikenal

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Jewel Tower

The Jewel Tower in London is one of only two surviving sections of the

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Westminster Bridge

Westminster Bridge is a road-and-foot-traffic bridge over the River

Tempat wisata yang sama

Lihat semua Lihat semua
Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Warner Bros. Studios, Leavesden

Warner Bros. Studios, Leavesden adalah sebuah kompleks studio seluas

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Korean Bell of Friendship

The Korean Bell of Friendship is a massive bronze bell housed in a

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Chelsea Market

Chelsea Market is a food hall, shopping mall, office building and

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Casa Batlló

Casa Batlló (Шаблон:IPA2 in Catalan), is a building restored by Ant

Tambahkan ke Daftar Keinginan
Saya pernah ke sini
Dikunjungi
Perpustakaan Umum New York

Perpustakaan Umum New York (New York Public Library, NYPL) adalah satu

Lihat semua tempat yang sama